PAC IPNU pragaan menggelar Gerak Jalan Sholawat (GJS). Acara tersebut merupakan agenda terbesar yang di adakan olen IPNU. Selain lomba GJS, kompetisi Puisi dan Pidato aswaja juga menghiasi kerangka kegiatan yang merupakan acara Pra Pelantikan.
Agenda ini merupakan salah satu bentuk perayaan Hari Santri Nasional dan Resolusi Jihad NU. Acara itu telah berlangsung sejak 19 - 22 Oktober 2016, yaitu tepat pada Hari Santri Nasional. Selain jerih payah IPNU sendiri, mereka juga di suport langsung oleh MWC dan BANOM NU Pragaan yang ikut andil memeriahkan kegiatan tersebut.
Selain dari instansi kelembagaan NU, pihak Forpimka pragaan dan POLSEK prenduan juga sangat mengapresiasi kegiatan dengan memberikan dampingan dan pengawalan pada kegiatan ini. "Kami hanya mengabdi kepada pendiri NU dan tokoh NU, yaitu dengan cara melanjutkan apa yg menjadi visi beliau dengan memperkenalkan dan memperjuangkan NU kepada masyarakat dan pelanar hususnya, dengan melalui beberapa kegiatan yang menjadi senjata kami" itulah pemaparan yang biasa dipanggil Rekan Mufti Ali (Pembina IPNU).
Rekan juga menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah sebagai pengenal identitas santri yg sesungguhnya dengan tujuan meneruskan langkah para tokoh NU, yaitu menggabungkan antara has santri dengan has modern.
Menurut rekan Mabrur (ketua PAC IPNU Pragaan), agenda ini berawal dari inisiatif untuk mempererat silaturrahim dengan beberapa Pengurus Komisariat IPNU yg sudah di bentuk beberapa waktu lalu. Dan agenda ini sebagai jembatan NU untuk mengkader para pelajar yang masih banyak berfikir polos tentang aliran Islam yang mulai terbagi menjadi beberapa golongan.
Mabrur juga menyampaikan bahwa Hari Santri itu juga harus menjadi kalender merah sebagai bukti bahwa santri ikuut berperan dalam perjuangan kenegaraan. Hari santri harus menjadi salah satu hari besar di almanak Nasional. Karena detik ini nafas santri sudah menjadi udara Nusantara, yang mana dari berbagai tempat sudah mulai merayakan momen hari santri. Salah satu contoh kongkritnya yaitu dengan adanya instruksi dari PB NU kepada seluruh ummat NU untuk melaksanakan baca sholawat yang bersuarakan Gerakan 1Miliar Sholawat Nariya. [Red.die]
Agenda ini merupakan salah satu bentuk perayaan Hari Santri Nasional dan Resolusi Jihad NU. Acara itu telah berlangsung sejak 19 - 22 Oktober 2016, yaitu tepat pada Hari Santri Nasional. Selain jerih payah IPNU sendiri, mereka juga di suport langsung oleh MWC dan BANOM NU Pragaan yang ikut andil memeriahkan kegiatan tersebut.
Selain dari instansi kelembagaan NU, pihak Forpimka pragaan dan POLSEK prenduan juga sangat mengapresiasi kegiatan dengan memberikan dampingan dan pengawalan pada kegiatan ini. "Kami hanya mengabdi kepada pendiri NU dan tokoh NU, yaitu dengan cara melanjutkan apa yg menjadi visi beliau dengan memperkenalkan dan memperjuangkan NU kepada masyarakat dan pelanar hususnya, dengan melalui beberapa kegiatan yang menjadi senjata kami" itulah pemaparan yang biasa dipanggil Rekan Mufti Ali (Pembina IPNU).
Rekan juga menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah sebagai pengenal identitas santri yg sesungguhnya dengan tujuan meneruskan langkah para tokoh NU, yaitu menggabungkan antara has santri dengan has modern.
Menurut rekan Mabrur (ketua PAC IPNU Pragaan), agenda ini berawal dari inisiatif untuk mempererat silaturrahim dengan beberapa Pengurus Komisariat IPNU yg sudah di bentuk beberapa waktu lalu. Dan agenda ini sebagai jembatan NU untuk mengkader para pelajar yang masih banyak berfikir polos tentang aliran Islam yang mulai terbagi menjadi beberapa golongan.
Mabrur juga menyampaikan bahwa Hari Santri itu juga harus menjadi kalender merah sebagai bukti bahwa santri ikuut berperan dalam perjuangan kenegaraan. Hari santri harus menjadi salah satu hari besar di almanak Nasional. Karena detik ini nafas santri sudah menjadi udara Nusantara, yang mana dari berbagai tempat sudah mulai merayakan momen hari santri. Salah satu contoh kongkritnya yaitu dengan adanya instruksi dari PB NU kepada seluruh ummat NU untuk melaksanakan baca sholawat yang bersuarakan Gerakan 1Miliar Sholawat Nariya. [Red.die]







0 komentar:
Posting Komentar