Program pengumpulan bibit pohon yang dilaksanakan oleh PAC IPNU IPPNU Pragaan. Bibit tersebut akan ditanam di beberapa lokasi yang sudah menjadi target tertentu. Beberapa lokasi tersebut ditentukan dengan kereteria rawan longsor. Penanaman ini akan dilaksanakan bertepatan dengan hari Menanam Pohon Nasional.
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Senin, 21 November 2016
Sabtu, 29 Oktober 2016
Ponpest Al-Amin
Al-Amien Prenduan- Parede Konsulat merupakan salah satu bagian
dari pelakasanaan kegiatan Apel Tahunan yang dilaksanakan kemarin
(22/10/2016). Kegiatan Parade Konsulat ini juga bertepatan dengan Acara
Kesyukuran 64 tahun Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan.
Kata lain dari parade adalah pawai yang merupakan iring-iringan
sekelompok orang yang biasanya dilakukan di jalan raya, umumnya
dilakukan dengan menggunakan kostum yang sesuai dengan kesepakatan
daerahnya masing-masing. Parade Konsulat diikuti oleh seluruh santri di
Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan yang terbagi kepada daerah-daerah
masing yang terdiri dari Konsulat Sumenep, Pamekasan, Sampang,
Bangakalan, Besuki, Surabaya, Jawa Barat, Jakarta, Sumatera, Kalimantan,
dan Nustaba (Nusa Tengagara dan Bali). Parade Konsulat ini dilepas oleh
Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ahmad
Fauzi Tidjani, MA. Di depan PUSPAGATRA.
Dalam sambutannya Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, MA menyampaikan bahwa parade konsulat ini merupakan media untuk memperkenalkan santri-santri Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan yang berasal dari berbagai jenis etnis, suku dan kultur di Indonesia kepada Masyarakat Madura, Khususnya Sumenep sebagai cermin dari Pondok Pesantren Al-Amien itu sendiri. Kegiatan Parade Konsulat ini juga sebagai cara untuk menjunjung tinggi rasa solidaritas dan toleransi bahwa perbedaan adalah sebuah keindahan. Sebagaimana motto Al-Amien yang berdiri di atas dan untuk semua golongan. Beliau juga menggaris bawahi agar kita tetep “ Wa ta’awanu alal birri wattaqwa walaa ta’awanu alal itsmi wal’udwan. wa Fastabiqul Khairaat”
![]() |
| Para konsulat PonPest Al-Amin Prenduan |
Dalam sambutannya Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, MA menyampaikan bahwa parade konsulat ini merupakan media untuk memperkenalkan santri-santri Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan yang berasal dari berbagai jenis etnis, suku dan kultur di Indonesia kepada Masyarakat Madura, Khususnya Sumenep sebagai cermin dari Pondok Pesantren Al-Amien itu sendiri. Kegiatan Parade Konsulat ini juga sebagai cara untuk menjunjung tinggi rasa solidaritas dan toleransi bahwa perbedaan adalah sebuah keindahan. Sebagaimana motto Al-Amien yang berdiri di atas dan untuk semua golongan. Beliau juga menggaris bawahi agar kita tetep “ Wa ta’awanu alal birri wattaqwa walaa ta’awanu alal itsmi wal’udwan. wa Fastabiqul Khairaat”
Jumat, 28 Oktober 2016
Pelantikan Gerakan Pemuda Pragaan Daya Peduli Rakyat. Pragaan 28 Oktober 2016 menjadi kalender penting bagi generasi pemuda pragaan dan pragaan daya hususnya. Selain pelantikan, gempar juga moment hari sumpah pemuda yang nenjadi pegangan janji pemuda indonesia dan gempar hususnya.
Drs. Abd Halim, M. Hum dalam sambutannya menyampaikan bahwa apa yg telah menjadi sumpah dalam pelantikan tersebut harus diyakinkan karwna menjadi tanggung jawab bagi para pengurus gempar. Pak camat juga menyampaikan bahwa pemuda harus menjadi penetralisir hal negatif yang ada. Sebagai pengurus gempar harus bisa menjadi pendobrak radikalisme yang kini sudah mulai bercabang menjadi beberapa kelompok kecil di bagian pemuda.
Dengan adanya gempar, pragaan daya mempunyai harapan besar dalam pengembangan jejaringan dan sumber daya desa yang sedikit banyak belim berkembang. Pemuda gempar akan menjadi pedang untuk mengkikis rimbunan yang mulai menopang potensi daerah.
Minggu, 23 Oktober 2016
UPACARA Serentak
Hari Santri menjadi moment yg tak bisa dihilangkan bagi para santri pragaan. 22.Oktober Kemaren adalah time yang tak bisa di hiraukan. IPNU Pragaan adalah pemeran utama dalam agenda ini meski agak dihilangkan oleh pihak MWC. Mufti Ali mengatakan bahwa acara Besar ini menjadi ajang rebutan antara MWC dengan PAC IPNU yang merupakan setir utama dalam agenda tersebut. Ia juga menyatakan bahwa banyak rancangan yang sudah terformat berubah dengan adanya format baru dari beberapa pihak, sehingga gaung IPNU meredup di peredaran masyarakat. Namun mufi tak pernah kecewa karena agenda tersebut berjalan dengan maksimal.
Prosesi upacara hari santri ipnu ippnu pragaan
Menurut Mabrur,agenda ini akan dikadikan monent tahunan bagi para pelajar pragaan hususnya santri. Dengan adanya agenda ini IPNU akan menjadi wadah besar untuk menampung kreasi pelajar santri dan kreasi indonesia. Upacara Hari Santri ini merupakan inisiatif dari beberapa senior IPNU pragaan sebelum instruksi langsung dari PB NU. Jadi adanya edaran dari PB NU juga menjadi pendorong dari apa yg diren anakan IPNU pragaan.
Jumat, 21 Oktober 2016
Berkubu dengan Santri

Gerak jalan Sholawat (GJS) Pelajar NU pragaan kini menggelegar. IPNU Pragaan mulai menunjukkan Taring besarnya untuk mengunya masyarakat pragaan hususnya kalangan pemuda. 21 Oktober 2016 menjadi bukti dengan membeludak dan meriahnya kompetisi kirap santri dengan bentuk GJS.
Melonjaknya peserta yang ikut memeriahkan acara ini akan menjadi kebanggaan bagi instansi luar ipnu hususnya Dr. R.H. Abd Halim, M.Hum selaku bapak camat Sesuai dengan apa yg telah dipaparkan oleh rekan Mufti Ali bahwa Pak Camat sangat terkejut dengan brondolan santri yang nantinya akan menjadi penerus bangsa untuk menolak yang faham radikalisme.
Acara ini langsung dilepas oleh beberapa tokoh pragaan, yakni Pak Camat, Kapolsek, Ketua MWC NU, dan Rois Suryah NU secara bergantian. "Saya hanya bisa mengatak bangga dengan apa yang telah menjadi bukti kongkrit IPNU sebagai pengabdiannya kepada NU" begitulah pemaparan KH.Junaidi Ketua MWC NU Pragaan.
Dari 1278 orang yang ikut menyerukan Hari Santri dan Resolusi Jihad NU, mengutarakan bahwa mereka adalah orang NU yang benar-benar santri yang beraliran aswaja NU. Dari agenda ini pasukan peserta juga mulai mempromosikan dirinya untuk bisa diakui Pelajar NU.
Mabrur menyatakan bahwa seluruh santri atau pelajar di pragaan adalah 99% pelajar yang berlandaskan aswaja NU. Dengan adanya GJS ini Abul Faidl ketua Panitia menyelotehkan bahwa perawatan kader NU itu akan terbukti dengan adanya bentuk wujud pelajar yang bisa mengikuti seluruh rangkayan dari organisasi atau induk organisasinya. [Red. Ser]
Kamis, 20 Oktober 2016
Pelajar Berperan
PAC IPNU pragaan menggelar Gerak Jalan Sholawat (GJS). Acara tersebut merupakan agenda terbesar yang di adakan olen IPNU. Selain lomba GJS, kompetisi Puisi dan Pidato aswaja juga menghiasi kerangka kegiatan yang merupakan acara Pra Pelantikan.
Agenda ini merupakan salah satu bentuk perayaan Hari Santri Nasional dan Resolusi Jihad NU. Acara itu telah berlangsung sejak 19 - 22 Oktober 2016, yaitu tepat pada Hari Santri Nasional. Selain jerih payah IPNU sendiri, mereka juga di suport langsung oleh MWC dan BANOM NU Pragaan yang ikut andil memeriahkan kegiatan tersebut.
Selain dari instansi kelembagaan NU, pihak Forpimka pragaan dan POLSEK prenduan juga sangat mengapresiasi kegiatan dengan memberikan dampingan dan pengawalan pada kegiatan ini. "Kami hanya mengabdi kepada pendiri NU dan tokoh NU, yaitu dengan cara melanjutkan apa yg menjadi visi beliau dengan memperkenalkan dan memperjuangkan NU kepada masyarakat dan pelanar hususnya, dengan melalui beberapa kegiatan yang menjadi senjata kami" itulah pemaparan yang biasa dipanggil Rekan Mufti Ali (Pembina IPNU).
Rekan juga menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah sebagai pengenal identitas santri yg sesungguhnya dengan tujuan meneruskan langkah para tokoh NU, yaitu menggabungkan antara has santri dengan has modern.
Menurut rekan Mabrur (ketua PAC IPNU Pragaan), agenda ini berawal dari inisiatif untuk mempererat silaturrahim dengan beberapa Pengurus Komisariat IPNU yg sudah di bentuk beberapa waktu lalu. Dan agenda ini sebagai jembatan NU untuk mengkader para pelajar yang masih banyak berfikir polos tentang aliran Islam yang mulai terbagi menjadi beberapa golongan.
Mabrur juga menyampaikan bahwa Hari Santri itu juga harus menjadi kalender merah sebagai bukti bahwa santri ikuut berperan dalam perjuangan kenegaraan. Hari santri harus menjadi salah satu hari besar di almanak Nasional. Karena detik ini nafas santri sudah menjadi udara Nusantara, yang mana dari berbagai tempat sudah mulai merayakan momen hari santri. Salah satu contoh kongkritnya yaitu dengan adanya instruksi dari PB NU kepada seluruh ummat NU untuk melaksanakan baca sholawat yang bersuarakan Gerakan 1Miliar Sholawat Nariya. [Red.die]
Agenda ini merupakan salah satu bentuk perayaan Hari Santri Nasional dan Resolusi Jihad NU. Acara itu telah berlangsung sejak 19 - 22 Oktober 2016, yaitu tepat pada Hari Santri Nasional. Selain jerih payah IPNU sendiri, mereka juga di suport langsung oleh MWC dan BANOM NU Pragaan yang ikut andil memeriahkan kegiatan tersebut.
Selain dari instansi kelembagaan NU, pihak Forpimka pragaan dan POLSEK prenduan juga sangat mengapresiasi kegiatan dengan memberikan dampingan dan pengawalan pada kegiatan ini. "Kami hanya mengabdi kepada pendiri NU dan tokoh NU, yaitu dengan cara melanjutkan apa yg menjadi visi beliau dengan memperkenalkan dan memperjuangkan NU kepada masyarakat dan pelanar hususnya, dengan melalui beberapa kegiatan yang menjadi senjata kami" itulah pemaparan yang biasa dipanggil Rekan Mufti Ali (Pembina IPNU).
Rekan juga menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah sebagai pengenal identitas santri yg sesungguhnya dengan tujuan meneruskan langkah para tokoh NU, yaitu menggabungkan antara has santri dengan has modern.
Menurut rekan Mabrur (ketua PAC IPNU Pragaan), agenda ini berawal dari inisiatif untuk mempererat silaturrahim dengan beberapa Pengurus Komisariat IPNU yg sudah di bentuk beberapa waktu lalu. Dan agenda ini sebagai jembatan NU untuk mengkader para pelajar yang masih banyak berfikir polos tentang aliran Islam yang mulai terbagi menjadi beberapa golongan.
Mabrur juga menyampaikan bahwa Hari Santri itu juga harus menjadi kalender merah sebagai bukti bahwa santri ikuut berperan dalam perjuangan kenegaraan. Hari santri harus menjadi salah satu hari besar di almanak Nasional. Karena detik ini nafas santri sudah menjadi udara Nusantara, yang mana dari berbagai tempat sudah mulai merayakan momen hari santri. Salah satu contoh kongkritnya yaitu dengan adanya instruksi dari PB NU kepada seluruh ummat NU untuk melaksanakan baca sholawat yang bersuarakan Gerakan 1Miliar Sholawat Nariya. [Red.die]

















