Al-Amien Prenduan- Parede Konsulat merupakan salah satu bagian
dari pelakasanaan kegiatan Apel Tahunan yang dilaksanakan kemarin
(22/10/2016). Kegiatan Parade Konsulat ini juga bertepatan dengan Acara
Kesyukuran 64 tahun Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan.
Kata lain dari parade adalah pawai yang merupakan iring-iringan
sekelompok orang yang biasanya dilakukan di jalan raya, umumnya
dilakukan dengan menggunakan kostum yang sesuai dengan kesepakatan
daerahnya masing-masing. Parade Konsulat diikuti oleh seluruh santri di
Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan yang terbagi kepada daerah-daerah
masing yang terdiri dari Konsulat Sumenep, Pamekasan, Sampang,
Bangakalan, Besuki, Surabaya, Jawa Barat, Jakarta, Sumatera, Kalimantan,
dan Nustaba (Nusa Tengagara dan Bali). Parade Konsulat ini dilepas oleh
Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ahmad
Fauzi Tidjani, MA. Di depan PUSPAGATRA.
Dalam sambutannya Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, MA menyampaikan bahwa parade konsulat ini merupakan media untuk memperkenalkan santri-santri Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan yang berasal dari berbagai jenis etnis, suku dan kultur di Indonesia kepada Masyarakat Madura, Khususnya Sumenep sebagai cermin dari Pondok Pesantren Al-Amien itu sendiri. Kegiatan Parade Konsulat ini juga sebagai cara untuk menjunjung tinggi rasa solidaritas dan toleransi bahwa perbedaan adalah sebuah keindahan. Sebagaimana motto Al-Amien yang berdiri di atas dan untuk semua golongan. Beliau juga menggaris bawahi agar kita tetep “ Wa ta’awanu alal birri wattaqwa walaa ta’awanu alal itsmi wal’udwan. wa Fastabiqul Khairaat”
![]() |
| Para konsulat PonPest Al-Amin Prenduan |
Dalam sambutannya Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, MA menyampaikan bahwa parade konsulat ini merupakan media untuk memperkenalkan santri-santri Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan yang berasal dari berbagai jenis etnis, suku dan kultur di Indonesia kepada Masyarakat Madura, Khususnya Sumenep sebagai cermin dari Pondok Pesantren Al-Amien itu sendiri. Kegiatan Parade Konsulat ini juga sebagai cara untuk menjunjung tinggi rasa solidaritas dan toleransi bahwa perbedaan adalah sebuah keindahan. Sebagaimana motto Al-Amien yang berdiri di atas dan untuk semua golongan. Beliau juga menggaris bawahi agar kita tetep “ Wa ta’awanu alal birri wattaqwa walaa ta’awanu alal itsmi wal’udwan. wa Fastabiqul Khairaat”







0 komentar:
Posting Komentar